Menindaklanjuti Instruksi Mendagri Terkait PPKM Berbasis Mikro, 3 Pilar Kapanewonan Gamping Dirikan Posko Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19

TRIBRATANEWS SLEMAN - Tiga Pilar Kapanewon Gamping, Polsek Gamping Dan Koramil 17 Gamping beserta Forkopimcam dan elemen terkait siap menidaklanjuti Instruksi Mendagri Nomor 03 Tahun 2021 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro.

Kapolsek Gamping Kompol Heribertus Aan Andrianto,SH, Panit Lantas Iptu Totok Subaryanto,SH., Panewu/Camat Gamping Bapak Ikhsan Waluyo,S.Sos dan Kasi Pol.PP Bapak Harley Benyamin Joshua,SH., koordinasi di Posko PPKM Mikro Kapanewon Gamping tentang pelaksanaan dan pemberlakuan PPKM, Kamis(11/02/2021)

Mulai pagi Ini  PPKM tingkat RT berlaku, warga dilarang berkumpul lebih dari 3 orang, keluar masuk wilayah RT maksimal pukul 20.00 Wib.

Pemerintah memastikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro akan mulai diberlakukan Selasa 9 Februari 2021 hingga 22 Februari 2021.

Hal tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri RI  Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan sampai dengan tingkat RT/RW di seluruh Indonesia untuk Pengendalian Covid-19.

Pemberlakukan PPKM Mikro mulai berlaku sejak 9 Februari 2021 hingga 21 Februari 2021," bunyi surat instruksi Mendagri tersebut.

Dalam aturan tersebut, pelaksanaan PPKM Mikro disebutkan melibatkan seluruh unsur, yakni mulai dari Kepala Desa/Lurah sebagai ketua pelaksana, Ketua RT/RW, Satlinmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, PKK, Posyandu, Dasa Wisma, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, serta relawan lainnya.

 

Berikut ini adalah skenario pengendalian PPKM Mikro hingga ditingkat RT:

1. Menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat.

2. Melakukan isolasi mandiri/terpusat dengan pengawasan ketat.

3. Membatasi kerumunan di tempat ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial.

4. Melarang kerumunan lebih dari 3 orang.

5. Membatasi keluar masuk wilayah RT seluruh Indonesia maksimal hingga Pukul 20.00.

6. Meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan.