Polsek Gamping Bagikan Masker Dan Sosialisasikan PPKM Berbasis Mikro

TRIBRATANEWS SLEMAN - Polsek Gamping Melaksanakan Kegiatan Rutin Pembagian Masker disertai Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di tempat keramian tepatnya di Pasar Tradisional Jambon Trihanggo Gamping. PPKM berbasis Mikro Terhitung dari tanggal 09 Februari sampai 22 Februari 2021, Rabu (10/02/2021)

 

Pemerintah Pusat Mengeluarkan Kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 sampai tingkat Desa RT/RW. PPKM Mikro diterapkan dengan mempertimbangkan zonasi pengendalian wilayab hingga tingkat desa RT/RW yang diklasifikasi menjadi Zona Hijau, Kuning, Orange dan Merah.

 

Kebijakan tersebut tertuang dalam : 

▪️ Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 03 Tahun 2021

▪️ Instruksi Gubernur (Ingub) DIY Nomor 5 INSTR/2021

▪ ️Instruksi Bupati (Inbup) Sleman Nomor 04/INSTR/2021

▪️ Surat Edaran Bupati Sleman Nomor 440/02291

 

Operasi dilaksanakan secara gabungan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kapanewon Gamping (Jawatan Keamanan/Pol.PP Gamping, Polsek Gamping dan Koramil 17 Gamping)

 

Dalam kegiatan tetsebut mengintensifkan kembali pelaksanaan protokol kesehatan berupa menggunakan masker dengan baik dan benar, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau handsanitizer menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta menjaga kebersihan lingkungan dan melaksanakan disinfeksi pencegahan dan pengendalian Covid-19

 

Akibat dari kasus covid-19 yang belum juga menunjukkan angka yang menurun, Pemerintah akhirnya memberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro secara lebih ketat sampai ke tingkat Desa, RT/RW. Kebijakan PPKM berbasis Mikro akan diberlakukan di Pulau Jawa dan Bali mulai 09 Februari hingga 22 Februari 2021 mendatang. 

 

Pemberlakuan PPKM Mikro didasarkan pada kriteria zonasi pengendalian wilayah, yakni zona hijau (tidak ada kasus), zona kuning (1-5 kasus positif di satu RT), zona oranye (6-10 kasus positif di satu RT) dan zona merah (lebih dari 10 kasus positif di satu RT).

 

Mekanisme koordinasi, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan PPKM Mikro dilakukan dengan membentuk Pos Komando (Posko) tingkat Desa dan Kelurahan.

 

Selain itu, Instruksi Mendagri terkait PPKM Mikro juga lebih longgar dibandingkan PPKM sebelumnya yang berlaku di Pulau Jawa dan Pulau Bali pada 11 Januari hingga 8 Februari.

 

PPKM Mikro mengizinkan kegiatan makan dan minum di restoran serta kegiatan rohani di tempat ibadah dengan pembatasan kapasitas warga sebanyak 50 % dan disertai penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

 

Selain itu, pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan kini berlaku hingga pukul 21.00 Wib dengan disertai penerapan protokol kesehatan lebih ketat. Kegiatan konstruksi juga boleh berlangsung 100 persen dengan protokol kesehatan ketat. Sementara itu, kegiatan sosial budaya yang berpotensi menimbulkan kerumunan dihentikan sementara.