Ini Yang Menjadi Fokus Polres Sleman Dalam Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2020

TRIBRATANEWS SLEMAN - Ancaman kerawanan saat Natal dan tahun baru 2020 yang menjadi perhatian adalah aksi teror dan kemacetan arus lalu lintas. Hal ini diungkapkan Kasubag Dal Ops Polres Sleman Iptu Joko Susilo, S.Kom saat on air di UTY FM, Selasa (26/11/2019)

“Ancaman teror masih menjadi fokus perhatian saat pengamanan perayaan Natal dan tahun baru, Polres Sleman terus melakukan upaya pencegahan. Salah satunya yakni dengan persiapan pengamanan akhir tahun 2019 dan menyambut tahun baru 2020 dengan cara cipta kondisi agar situasi kamtibmas Kabupaten Sleman kondusif.” terang Iptu Joko Susilo

Dalam mendukung hal tersebut Polres Sleman rencana telah menyiapkan 7 ( tujuh ) pos terdiri dari 5 pos pengamanan dan 2 pos pelayanan antara lain  5 pos pengamanan Tempel, Gamping, Amplaz, Simpang 3 Maguwo dan Monjali. Sedangkan pos pelayanan meliputi Kaliurang dan Prambanan.

Sebelum pelaksanaan Polres Sleman rencana menggelar apel kesiapan personel guna mendukung pelaksanaan hal tersebut dengan sandi Ops Lilin Progo 2019 dengan mengerahkan 325 personil untuk Pospam dan Posyan  yang rencana operasi akan dimulai tanggal 23 Desember 2019 selama 12 hari kedepan.

“Untuk pengamanan gereja selama perayaan Natal 2019 fokus pengamanan terhadap 137 gereja baik besar maupun kecil. Sebelum puncak acara Natal, Polres Sleman bekerja sama dengan Gegana Brimob Polda DIY untuk mensterilkan gereja dari ancaman bahan peledak” bebernya

Potensi gangguan keamanan selama perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 meliputi Kemacetan/kecelakaan lalu lintas, curat, curas, terorisme. Selain itu juga titik kemacetan arus lalin di wilayah Sleman antara lain Jl. Laksda ADS, Pasar Gamping, Jl. Magelang meliputi simpang empat Beran, Denggung dan Kentungan.

Operasi Lilin Progo 2019 adalah Operasi Kemanusiaan dengan prioritas masyarakat merayakan Natal dan tahun baru dengan rasa aman, nyaman dan damai.

Dalam mengamankan Natal dan Tahun Baru, Polres Sleman melibatkan unsur-unsur terkait, mulai dari TNI, pemuda-pemuda gereja, serta ormas-ormas keagamaan seperti Banser dan Anshor mereka juga bersedia untuk membantu pengamanan.

Selain ancaman terorisme, Polres Sleman juga mewaspadai kasus-kasus konvensional yang mengganggu keamanan dan ketertiban seperti copet, calo, premanisme, jambret, tukang hipnotis, gendam yang ada di stasiun kereta api, terminal. Hal akan dilakukan upaya pencegahan secara bersama-sama dengan kegiatan cipta kondisi.

Dengan mengintegrasikan dan sinergikan semua kekuatan yang ada. Tentunya peran serta masyarakat semua untuk sama-sama secara aktif melakukan upaya pencegahan dan melaporkan hal yang menimbulkan kerawanan,” pungkasnya