Polres Sleman Bekuk 14 Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

TRIBRATANEWS SLEMAN - Melalui press coference yang disampaikan KBO Sat Narkoba Iptu Farid M Noor didampingi Kanit II Ipda Sulistio Bimantoro, STrK M.H dan Kasubbag Humas Iptu Edy Widaryanta mengatakan, Sat Narkoba Polres Sleman menangkap 14 tersangka kasus penyalahgunaan Narkoba.


Pengungkapan itu berawal dari adanya informasi peredaran pil Trihexyphenidyl di daerah Jetis. Dari informasi itu, Sat Narkoba melakukan lidik dan mengamankan tersangka SBM berikut barang bukti ribuan butir pil koplo. 


Setelah dikembangkan, Sat Narkoba kembali menangkap tersangka AN dengan barang bukti 30 butir pil Trihexyphenidyl serta PS dan RAP dengan barang bukti 65 butir Trihexyphenidyl.


"Empat orang pengamen jalanan kami tangkap, mereka ketahuan menjual dan mengedarkan pil jenis Trihexyphenidyl," terangnya


"Mereka SBM (28) warga Jetis Bantul, AN (27), PS (27) dan RAP (22) warga Klaten Jawa Tengah," sambungnya


"Mereka mendapatkan barang itu dengan cara membeli secara online. Tapi kita masih kembangkan, temasuk yang penjadi pemasok barang itu," katanya


Selain mengamankan tersangka, Sat Natkoba juga menyita barang bukti berupa handpone, uang Rp 2,7 juta dan 11 ribu pil Trihexyphenidyl. Barang-barang tersebut didapat dari rumah tersangka.


Modus yang dilakukan adalah dengan cara mereka patungan untuk membeli barang. Setelah uang terkumpul, tersangka SBM kemudian order melalui media sosial. Setelah barang datang kemudian di edarkan bersama-sama. 


"Mereka ini satu jaringan, jadi setelah barang datang, sudah ada yang mengedarkan sendiri. Tapi yang menjadi operator peredaran itu adalah tersangka SBM," tandasnya. 


"Kalau dilihat dari jumlah barang bukti yang didapat, kemungkinan mereka sudah lebih dari dua kali. Sasaran penjualan mereka adalah pengamen dan masyarakat kalangan bawah, dengan paket kecil berisi 10 butir," bebernya


Selain mengamankan empat tersangka, Sat Narkoba juga mengamankan 10 orang tersangka penyalahgunaan narkotika. Mereka diamankan dari 8 laporan berbeda, dalam kurun waktu 1 Juni hingga 15 Juli 2021.


Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya ke 14 tersangka harus mendekam di sel tahanan Polres Sleman.